Pengaruh Pengetahuan, Tingkat Kepercayaan, dan Risiko Terhadap Minat Penggunaan Fintech Lending (Studi pada Pengguna Fintech Lending di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang)

Authors

  • Vina Febyola Politeknik Negeri Padang
  • Dita Maretha Rissi Politeknik Negeri Padang
  • Vira Maulina Politeknik Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.30630/aista.v4i2.98

Keywords:

Fintech Lending, Knowledge, Level of Trust, Risk, Intention to Use

Abstract

The rapid growth of digital financial technology has encouraged the emergence of financial technology (Fintech) services, including Peer-to-Peer (P2P) Lending or Fintech Lending, which provides easier access to funding. However, the adoption of Fintech Lending in Indonesia, particularly in Koto Tangah District, Padang City, still faces challenges related to knowledge, trust, and risk. This study aims to analyze the influence of knowledge, level of trust, and risk on the intention to use Fintech Lending. Using a quantitative approach and survey method, data were collected from 105 MSME actors who actively use Fintech Lending services, specifically PNM Mekaar and Amartha in Koto Tangah District, Padang City, and analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS. The results show that knowledge and trust have a positive and significant effect on the intention to use Fintech Lending, while risk has no significant effect. These findings indicate that better understanding and stronger trust in system security and service reputation increase users’ willingness to adopt Fintech Lending, while risk becomes less influential among users with adequate literacy. This study highlights the importance of digital education and system transparency to strengthen public trust in technology-based financial services.

References

Arner et al. (2015). The evolution of fintech: A new post-crisis paradigm? Georgetown Journal of International Law, 47(4), 1271–1319.

Asri, H. R., Setyarini, E., & gisijanto, H. A. (2022). Pengaruh kemudahan, resiko, dan kepercayaan terhadap minat penggunaan peer to peer lending.

Balqis, S. I., Effendy, L., & Astuti, W. (2023). Akseptabilitas layanan dan minat penggunaan peer-to-peer lending pada pelaku usaha di Kota Mataram.

Bella, S., Saprida, & Setiawan, B. (2023). Pengaruh kepercayaan dan kemudahan penggunaan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri.

Chuang, L. M., Liu, C. C., & Kao, H. K. (2016). The adoption of fintech service: TAM perspective. International Journal of Management and Administrative Sciences (IJMAS).

Databoks. (2023, 09 20). Pengguna internet di Indonesia tembus 213 juta orang hingga awal 2023. Diambil kembali dari https://databoks.katadata.co.id/datapublishembed/158949/pengguna-internet-di-indonesia-tembus-213-juta-orang-hingga-awal-2023

Davis, F.D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly.

Efriyanto, & Aminah. (2023). Pengaruh kepercayaan dan kemudahan terhadap keputusan umkm dalam pembiayaan peer to peer lending di Kota Depok.

Fauzan, H. R., & Sriyanto. (2025). Pengaruh pengetahuan, kepercayaan, dan risiko terhadap minat penggunaan financial technology peer to peer lending pada pemilik umkm fashion di Kabupaten Karanganyar. Economics and Digital Business Review, 1142-1158.

Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hair, J., Black, W., Babin, B., & Anderson , R. (2019). Multivariate data analysis (8th ed.). Cengage Learning.

Hakim, L., & Hapsari, R. A. (2022). Buku ajar financial technology law. Indramayu: CV Adanu Abimata.

Hery. (2015). Analisis laporan keuangan: Pendekatan rasio keuangan. CAPS (Center for Academic Publishing Service).

Hesananda, R. (2024). Buku ajar finansial teknologi. Pekalongan: PT Nasya Expanding Management.

Indonesia, B. (2017). Peraturan Bank Indonesia Nomor 19/12/Pbi/2017 tentang Penyelenggaraan Teknologi Finansial.

Jayantari, I., & Seminari, N. (2018). Peran kepercayaan memediasi risiko terhadap niat menggunakan Mandiri Mobile Banking di Kota Denpasar. E-Jurnal Manajemen, 2621-2651.

Keuangan, O. J. (2016). Peraturan OJK No.77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang berbasis Teknologi Informasi.

Khumairoh, S., & Harimurti, F. (2024). Pengaruh pengetahuan, kepercayaan dan resiko terhadap minat pengguna financial technology peer to peer lending pada pemilik UMKM fashion di Kota Surakarta.

Manurung, R., & Rahardjo, A. K. (2021). Sistem informasi akuntansi peer to peer lending. Depok: PT Kanisius.

Muntianah, S. T., Astuti, S. E., & Azizah, D. F. (2012). Pengaruh minat perilaku terhadap actual use teknologi informasi dengan pendekatan technology acceptance model (TAM) (Studi kasus pada kegiatan belajar mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang). Profit Volume 6 No. 1.

Nurani, N. A., & Susilawati, R. (2023). Pengaruh kemudahan terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan financial technology p2p lending pada masa pandemi (Studi kasus pada mahasiswa Kota Bandung). Indonesian Accounting Research Journal Vol. 3, No. 2.

Nurdin, N., Azizah, W. N., & Rusli, R. (2020). Pengaruh pengetahuan,kemudahan dan risiko terhadap minat bertransaksi menggunakan financial technology (fintech) pada mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu. Jurnal Perbankan Syariah Vol.2 No.2.

Otoritas jasa Keuangan. (2023). Diambil kembali dari Otoritas Jasa Keuangan.

Otoritas Jasa Keuangan. (2024). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan RI No 3 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan.

Resika, Yasa, & Suwendra. (2019). Pengaruh kemudahan penggunaan, manfaat, dan risiko terhadap minat penggunaan fintech peer to peer lending di Kota Denpasar. E-Jurnal Manajemen Unud.

Saputra, P., & Sulindawati, N. (2024). Pengaruh kemudahan, kegunaan, dan risiko terhadap minat melakukan pinjaman pada fintech peer-to –peer-lending (Studi kasus pada pelaku UMKM di Kabupaten Buleleng).

Sholehah, M. A., Mubyarto, N., & Habriyanto. (2022). Pengaruh pengetahuan, efektivitas, & resiko terhadapap minat bertransaksi menggnakan financial teknologi masyarakat di kota jambi.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sujarweni, V. (2014). Metodologi penelitian: lengkap, praktis, dan mudah dipahami. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Syah, M., Latifah, & Purwanto, M. A. (2024). Mekaar peer-to-peer lending berlisensi, sebuah tinjauan yuridis hukum ekonomi syariah indonesia.

W Manalu, J. M. (2023). Faktor-faktor yang mempengaruhi intensi penggunaan peer to peer lending fintech pada UMKM di Bandar Lampung.

Wardani, D. K., Primastiwi, A., & Kurnianto, R. A. (2023). Pengaruh kemudahan, kebermanfaatan dan resiko terhadap penggunaan peer to peer lending berbasis syariah.

Wibowo. (2008). Manajemen kinerja. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Yuniarti, V. (2019). Faktor – faktor yang memengaruhi minat penggunaan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB.

Downloads

Published

2025-11-30

How to Cite

Febyola, V., Rissi, D. M., & Maulina, V. (2025). Pengaruh Pengetahuan, Tingkat Kepercayaan, dan Risiko Terhadap Minat Penggunaan Fintech Lending (Studi pada Pengguna Fintech Lending di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang). Accounting Information System, Taxes and Auditing Journal (AISTA Journal), 4(2), 1–11. https://doi.org/10.30630/aista.v4i2.98